KEADILAN – Hari ini, 12 tahun silam, terjadi tragedi kecelakaan kereta api Jawa Tengah. Sekitar 36 orang tewas dalam kecelakaan pada 2 Oktober 2010 di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.48 WIB. Kereta Api Argo Bromo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya menabrak Kereta Api Senja Utama Semarang jurusan Jakarta-Semarang.
Kecelakaan maut terjadi saat Senja Utama berhenti di jalur 3 sebelah barat Stasiun Petaruka. Argo Bromo Anggrek seharusnya melewati jalur 2 untuk menyalip Senja Utama. Namun Argo Bromo Anggrek juatru melaju dari arah sama.
Akibatnya Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang Senja Utama. Sekitar 36 orang meninggal dunia dan 50 orang lainnya luka-luka. Polda Jawa Tengah kemudian menetapkan masinis Argo Bromo sebagai tersangka melakukan kelalaian menyebabkan mati orang lain.
BACA JUGA: 1 Oktober Hari Kopi Sedunia
Kecelakaan kereta api di Pemalang tersebut termasuk besar dalam sejarah tragedi kereta api tanah air. Meski tak sebesar tragedi Bintaro. Kecelakaan kereta api yang terjadi 19 Oktober 1987 itu menewaskan sekitar 156 orang dan lebih 300 orang terluka.
Tragedi Bintaro terjadi sekitar pukul 06.45 WIB. Kereta Api (KA) 225 Lokal Rangkas bertabrakan dengan KA 220 Patas Merak yang sedang melaju. Tabrakan ‘head-to-head’ itu terjadi di daerah Pondok Betung, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Kecelakaan Tersebut disebabkan kesalahan kepala Stasiun Kebayoran yang memberangkatkan KA 220 tanpa memberitahu Kepala Stasiun Sudimara bahwa persilangan kedua kereta tersebut dilakukan di Stasiun Sudimara.
Reporter: Syamsul Mahmuddin











