Tim Peneliti Kedokteran KEADILAN- Hingga hari ini, Jumat (13/3/2020), status perkembangan penyebaran virus corona (Covid-19) telah mencapai 34 kasus di Indonesia. Dari 34 kasus itu, dua orang berstatus sembuh dan satu kasus pasien meninggal.
Lainnya, masih berstatus ‘suspek’ dan berada dalam pengawasan ruang isolasi di sejumlah rumah sakit yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan RI, antara lain RSPI Sulianto Saroso, RSUP Persahabatan dan RSPAD Gatot Soebroto.
“Walaupun tingkat kematian dari virus Covid-19 ini tergolong rendah yakni 2-3 persen, namun tingkat penyebarannya lebih tinggi bila dibandingkan dengan SARS dan MERS,” kata Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam dalam konferensi pers di Kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Jumat (13/3/2020).
Berbagai upaya dilakukan oleh para peneliti untuk mencegah dan menemukan obat antivirus. Penelitian terkait pencarian antivirus ini juga dilakukan oleh tim peneliti UI dan IPB dari Departemen Kimia Kedokteran Fakultas Kedokteran UI (FKUI), Klaster Bioinformatics Core Facilities IMERI-FKUI, Klaster Drug Development Research Center IMERI-FKUI, Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI, Rumah Sakit UI (RSUI), Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) IPB dan Departemen Ilmu Komputer IPB.
“Gabungan peneliti multidisiplin ini telah mengembangkan penelitian untuk menemukan kandidat antivirus corona dengan melakukan analisis big data dan machine learning dari basis data bahan alam Indonesia, kemudian dikonfirmasi hasilnya menggunakan metode pemodelan molekuler untuk dievaluasi aktivitas anti virusnya,” terang Prof Ari.
Berdasarkan hasil skrining aktivitas terhadap ratusan protein dan ribuan senyawa herbal terkait dengan mekanisme kerja virus, diperoleh beberapa golongan senyawa yang berpotensi untuk menghambat dan mencegah virus Sars-Cov-2 (virus corona) untuk menginfeksi manusia.
“Golongan senyawa tersebut antara lain hesperidin, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin yang terkandung dalam jambu biji (daging buah merah muda), kulit jeruk, dan daun kelor,” jelasnya.
Hasil penemuan ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat untuk mencegah dan meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan virus corona.
Selain itu, sesuai dengan arahan dari Kemekes RI, WHO dan CDC, masyarakat tetap diprioritaskan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui rajin cuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, penggunaan masker bagi yang sakit flu dan batuk, dan bila mengalami gejala Covid-19 maka dapat mengisolasi diri di rumah atau datang ke rumah sakit yang telah ditunjuk Kemenkes RI.
“Jambu biji itu berdasarkan by riset kami. Nah, madu asli, kunyit, jahe, istirahat yang cukup, dan tidak kelayapan ke mana-mana juga dapat mencegah potensi masuknya virus corona,” pungkasnya.
AINUL GHURRI












