KEADILAN – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) Ke-76, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) menggelar Pelatihan Diversifikasi Kreasi Olahan Perikanan yang diikuti masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini dibalut dalam acara Semarak HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (17/8/2021), yang diikuti lebih dari 2.000 peserta dari masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
Pelatihan secara daring serentak difasilitasi oleh lima Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) di Medan, Tegal, Banyuwangi, Bitung, dan Ambon, di bawah Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP). Pelatihan ini meliputi Pelatihan Tekwan Teri Medan, Pelatihan Pembuatan Klepon Rumput Laut Merah Putih, Pelatihan Pembuatan Fish Churros , Pelatihan Pembuatan Tude Woku Woka, dan Pelatihan Pembuatan Fish Crispy Fantasy.
Ditemui secara terpisah, Plt. Kepala BRSDM KP, Kusdiantoro menyampaikan kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa nasionalisme dalam menyongsong perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia dan upaya pemerintah untuk mendukung percepatan ekonomi.
“Untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, kegiatan pelatihan kali ini bertemakan kemerdekaan. Ditengah pandemi Covid-19 yang serba sulit ini, pelatihan juga sebagai bentuk peran pemerintah dalam mendukung percepatan ekonomi dan mendukung program prioritas KKP, yaitu pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelas Kusdiantoro.
Tidak hanya pelatihan saja, pada kegiatan ini juga turut diselenggarakan lomba kreasi olahan ikan dan kuis konseling perikanan yang diselenggarakan oleh masing-masing BP3. Dalam kesempatan ini, Puslatluh KP juga mengadakan lomba makna kemerdekaan bagi para penyuluh perikanan dan lomba background virtual zoom.
Diikuti sebanyak 343 peserta dari 31 Provinsi di Indonesia, kegiatan Pelatihan Pembuatan Tekwan Teri Medan ini, difasilitasi oleh BP3 Medan. Tidak hanya mengikuti pelatihan saja, namun dalam kegiatan ini peserta juga mengkreasikan hasil olahan dengan produk perikanan bertemakan kemerdekaan.
“Pada kesempatan ini, tekwan sebagai makanan khas Palembang dengan teri medan makanan khas Sumatera Utara kita gabungkan. Ini sebagai bukti bahwa kita cinta tanah air dan pada hari kemerdekaan ini kita semarakkan serta meriahkan bersama. Harapannya kreasi olahan ini dapat menjadi ide peluang baru bagi para peserta yang mengikuti pelatihan,” ujar Kepala BP3 Medan Natalia.
Kepala Puslatluh KP Lilly Aprilia Pregiwati berharap, “Masyarakat Indonesia yang mengikuti pelatihan ini dapat menerapkan hasil pelatihan menjadi start up baru untuk menciptakan bangsa yang maju dan mandiri. Dalam hal ini, KKP melalui Puslatluh KP terus mendorong seluruh masyarakat kelautan dan perikanan untuk bangkit dan meningkatkan keterampilan, wawasan dan menumbuhkembangkan pelaku usaha baru yang berdaya saing.”
Kreasikan Klepon Dengan Rumput Laut
Klepon, makanan berwarna hijau dengan isian gula merah dan baluran parutan kelapa ini, biasanya terbuat dari campuran tepung beras dan tepung tapioka. Namun olahan klepon yang satu ini, berbeda dengan biasanya. BRSDM KP menggelar pelatihan pembuatan klepon yang dikreasikan dengan campuran rumput laut dan berwarna merah putih.
Difasilitasi oleh BP3 Tegal, pelatihan ini diikuti masyarakat dari berbagai daerah sebanyak 470 orang. Rumput laut dipilih sebagai campuran pembuatan klepon karena mudah didapat dan dipahami oleh para peserta pelatihan.
Berbentuk bola-bola kecil dengan cita rasa manis dan tekstur yang legit, di tengah gempuran makanan fast food yang melanda generasi muda, klepon memiliki beragam filosofi. Hal ini disampaikan oleh Kepala BP3 Tegal Moch. Muchlisin
“Menurut filosofi Jawa, klepon diartikan sebagai kanthi laku pasti ono artinya petunjuk dalam hidup harus prihatin, pasti akan ada jalan keluarnya. Sesuai dengan tema kemerdekaan dan kondisi saat ini, filosofi klepon juga dapat diartikan sebagai bentuk keprihatinan menghadapi situasi pandemi saat ini,” ujarnya.
Kombinasikan Dessert Asal Spanyol dengan Ikan
Berbentuk panjang seperti tongkat, inilah churros makanan tradisional yang berasal dari Spanyol. Memiliki tekstur yang crunchy di luar, lembut di dalam, dan sajian yang menggugah mata, membuat churros banyak diminati tak banyak kalangan, tak terkecuali anak-anak.
Dalam rangka menyemarakkan HUT RI dan sebagai upaya menggencarkan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), BRSDM KP mengadakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Fish Churros. Biasanya churros identik dengan campuran terigu dengan olesan cokelat di atasnya. Namun pada pelatihan ini, churros dikombinasikan dengan campuran ikan.
“Secara historis churros berasal dari Spanyol, ada yang bilang dari Tiongkok. Nah kali ini, kita membuat ciri khas sendiri churros khas Indonesia dengan campuran protein ikan sehingga disebut dengan fish churros. Pada dasarnya churros ini mengandung tepung, kalo kita lengkapi dengan ikan akan ada proteinnya dan bermanfaat untuk siapa saja yang mengonsumsinya,” ujar Kepala BP3 Banyuwangi Achmad Subijakto.
“Hal ini juga sebagai upaya mengkampanyekan program Gemarikan,” tambahnya.
Difasilitasi oleh BP3 Banyuwangi, kegiatan ini diikuti sebanyak 642 peserta dari masyarakat di berbagai daerah. Selain Pelatihan Pembuatan Fish Churros, BP3 Banyuwangi turut menggelar kegiatan Transplantasi Terumbu Karang di Perairan Pantai Bangsring Banyuwangi yang diikuti 101 peserta meliputi jajaran BP3 Banyuwangi, Penyuluh Perikanan, POKMASWAS, POKDARWIS, dan masyarakat umum. Kegiatan ini merupakan implementasi kecintaan terhadap NKRI dan Kemerdekaan Lingkungan.
Sebagai informasi, KKP juga menggelar kegiatan Pembuatan Tude Woku Woka yang merupakan makanan khas Nusantara atau makanan khas lokal Minahasa. Difasilitasi oleh BP3 Bitung, kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 189 orang dari berbagai daerah secara full online .
“Ada dua jenis woku woka, yang pertama adalah woku balana atau woku lokal yang dimasak menggunakan wajan. Sedangkan jenis yang kedua adalah woku daun yang makanannya dibungkus dengan daun woku atau daun lontar. Pelatihan ini menggunakan jenis woku daun atau makanan yang dimasak menggunakan bermacam-macam rempah–rempah dengan dibungkus daun lontar dan dipanggang di atas bara api,” ujar Kepala BP3 Bitung Ahmad Ridloudin.
Adanya pelatihan ini, selain mejunjung tinggi terhadap olahan makanan khas Nusantara dalam rangka memperingati HUT RI juga diharapkan dapat menjadi alternatif usaha bagi peserta pelatihan.
Pembuatan Fish Crispy Fantasy
BRSDM KP juga menggelar kegiatan Pembuatan Fish Crispy Fantasy sebagai edisi khusus dalam meperingati HUT RI. Kegiatan yang difasilitasi oleh BP3 Ambon ini diikuti sebanyak 194 peserta dari 34 Provinsi di Indonesia.
“Tekstur ikan yang empuk dan gurih menjadi hal yang luar biasa dan bisa dibuat dengan berbagai macam warna. Karena kali ini adalah hari kemerdekaan Indonesia dan olahan ini mengangkat tema merah putih, maka olahan ini dapat dibuat dengan nuansa merah putih,” ujar Kepala BP3 Ambon Abubakar.
Tidak hanya kegiatan Pelatihan Fish Crispy Fantasy saja, pada kesempatan ini juga dilakukan panen udang vaname oleh BP3 Ambon yang dihadiri oleh Abdullah Tuasikal, Anggota Komisi IV DPR RI. Kegiatan panen udang vaname ini, merupakan kegiatan yang pertama kali.

Sebagai informasi, dalam rangka menyongsong HUT RI di hari sebelumnya BRSDM KP juga menggelar kegiatan Pelatihan Open Access Teknik Budidaya Ikan Ikan Platy Kohaku Pada Akuarium Hias Mini, Senin (16/8/2021).
Difasilitasi oleh BP3 Ambon, pelatihan diikuti sebanyak 415 peserta dari 33 Provinsi di Indonesia. Berdasarkan data dari Satu Data KKP, jumlah produksi ikan hias di Indonesia mengalami peningkatan. Hingga tahun 2019, tercatat produksi ikan hias mengalami peningkatan sebesar Rp.19,81 miliar. Hal ini, karena komoditas ikan hias menjadi salah satu andalan Indonesia dalam menopang perekonomian masyarakat.
Pada rangkaian kegiatan dalam rangka menyemarakkan HUT RI, Puslatluh KP juga meluncurkan lagu Mars Pelatihan “Bersama Kita Maju”. Lagu ini dibuat sebagai bentuk apresiasi Puslatluh KP kepada para pelatih, yang telah membekali berbagai kompetensi keterampilan, mencetak Sumber Daya Manusia yang berdaya saing hingga mencetak wirausaha baru.
Kepala Puslatluh KP Lilly Aprilia mengatakan, dalam mencetak wirausaha baru dibutuhkan keterlibatan dan kerja sama agar dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Melalui lagu yang diluncurkan, diharapkan dapat menjadi penyemangat para penyuluh sebagai garda terdepan.
“Penyuluh Perikanan sebagai wakil penyuluh di lapangan dan garda terdepan pembangunan kelautan dan perikanan, yang memiliki peran penting melalui dukungan kegiatan penyuluhan dan pendampingan pelaku utama dan pelaku usaha yang berdaya saing,” ujarnya.
“Hari ini kita berhasil meluncurkan satu penyemangat yang kita gabungkan melalui lagu majulah pelatihan, mudah-mudahan menjadi ke depan akan memberikan semangat bagi kita semua. Tentunya pada para pelatih dan juga balai-balai pelatihan dengan seluruh jajarannya,” tambah Lilly.
Penerus Bonar












