KEADILAN – Arogansi Walikota Medan Bobby Nasution terhadap wartawan berbuntut panjang. Para Jurnalis di Kota Medan akhirnya memboikot pemberitaan yang menyangkut dengan pemerintahan Kota Medan.
“Kita boikot pemberitaan tentang Pemko Medan, kita tidak butuh pemimpin yang arogan dan tidak bersahabat dengan wartawan,” kata Jefri salah satu wartawan media online di Medan.
Jefri juga meminta agar Bobby Nasution yang baru menjabat beberapa minggu sebagai Walikota Medan tidak mewarisi budaya Kolonial dan tidak merasa sebagai Presiden, mentang-mentang menantu Presiden.
“Walikota serasa Presiden, baru menjabat saja sudah arogan. Bagaimana kedepan yang masih menyisakan empat tahun 11 bulan lagi? Mungkin akan lebih kejam lagi,” ujarnya.
BACA JUGA: Dikawal Super Ketat, Arogansi Walikota Medan Dikecam Wartawan
Para wartawan yang melakukan unjuk rasa itu kemudian memuat sejumlah tulisan dalam poster. Antara lain, “Panglima talam Bobby jangan halangi kerja wartawan, Medan tidak berkah kalau banyak panglima talam, Tuan Walikota jangan warisi Faham Kolonial”.
Untuk diketahui, saat kampanye beberapa waktu lalu, tagline kampanye Bobby Nasution bersama pasangannya Aulia Racham adalah “Medan Berkah” sehingga wartawan yang melakukan aksi unjuk rasa itu kemudian menuding arogansi orang nomor satu di Kota Medan ini bukan berkah yang diharapkan tetapi sebaliknya.
Uniknya, meskipun terjadi aksi unjuk rasa di depan kantornya, Bobby Nasution serta pejabat Pemko Medan tidak ada yang mau bertemu dengan wartawan.
Frans Marbun














