KEADILAN- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Nurdin dijemput di rumah jabatannya Makassar dan tiba di Jakarta Sabtu (27/2/2021) pagi.
Nurdin Abdullah lahir di kota Parepare, Sulawesi Selatan, tanggal 7 Februari 1963. Dia merupakan anak pertama dari enam bersaudara.
Ayahnya berasal dari Kabupaten Bantaeng (Butta Toa’) dan keturunan Raja Bantaeng ke-17. Ibunya seorang ibu rumah tangga berasal dari Kabupaten Soppeng.
Nurdin menikah dengan Ir. Hj. Liestiaty F. Pernikahan itu telah dikaruniai seorang anak perempuan dan dua orang putra.
Sebelum masuk ke politik, Nurdin dikenal sebagai akademisi. Ia merupakan seorang Guru Besar di Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar.
Setelah menyelesaikan S1 di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar pada 1986, dia berkesempatan melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di Agriculture Kyushu University di Tokyo pada 1991-1994.
Ia merupakan satu-satunya bupati yang bergelar profesor ketika 10 tahun menjadi Bupati Bantaeng periode 2008 hingga 2018, Sulawesi Selatan. Saat menjadi Bupati Bantaeng, Nurdin disebut sukses dalam mengembangkan pertanian dengan ilmu yang dikuasainya.
Saat itu Nurdin Abdullah sukses mencetuskan Bantaeng sebagai kabupaten benih berbasis teknologi.
Ia juga merevitalisasi kelembagaan petani dimana kelompok tani dilakukan revitalisasi kelompok dengan mengesahkan nggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga kelompok tani yang berbadan hukum.
Sukses menjabat Bupati Bantaeng, Nurdin memutuskan untuk bertarung di kursi gubernur. Pada pilgub 2018, ia berhasil menjadi orang nomor satu di Sulsel bersama pasangannya Andi Sudirman Sulaiman.
Mereka diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Pasangan Nurdin-Andi ini berhasil duduk di posisi puncak versi quick count yang digelar 27 Juni 2018.
Selain dikenal sebagai akademisi, Nurdin juga piawai berbisnis diantaranya menjadi Presiden Direktur PT Maruki Internasional Indonesia, President Director of Global Seafood Japan, dan Director of Kyusu Medical Co. Ltd. Japan
Kesuksesan Nurdin sebagai politisi maupun sekaligus memimpin sejumlah perusahaan, membuat ia memiliki banyak harta kekayaan.
Dari hasil laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), Nurdin Abdullah tercatat memiliki total kekayaan Rp51,3 miliar.
Total kekayaan Rp51,3 miliar itu, terdiri dari 54 tanah senilai Rp49.368.901.028 yang tersebar di Kota Makassar, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Soppeng, dan Kabupaten Bantaeng.
Ia juga memiliki satu unit mobil Toyota Alphard yang berharga Rp300 juta. Ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp271,3 juta, kas dan setara kas Rp267.411.628 serta harta lainnya senilai Rp1,15 miliar. Tercatat pula, utang Nurdin sebesar Rp1.250.000 atau Rp1,2 juta.
AINUL GHURRI
Thank you for visiting our website. buy cialis More information is available in our privacy and cookie statement.














